Senin, 24 November 2014


Teknologi Informasi dalam Keperawatan

Informatika dalam keperawatan adalah kombinasi ilmu komputer dan informasi dengan ilmu keperawatan. Informatika keperawatan adalah bagian dari informatika perawatan kesehatan yang lebih besar. Perawat dipersiapkan sebagai spesialis dalam bidang ini, yang pasti seorang perawat harus melek Teknologi Informasi.
Salah satu contoh pemanfaatan Teknologi Informasi yaitu penggunaan gadget, misalnya PDA. Dengan gadget ini, seorang perawat bisa melakukan pengumpulan database pasien, organizer, mengakses secara cepat informasi tentang obat dan penyakit, perhitungan kalkulasi obat dan juga bisa digunakan untuk membuat rencana asuhan keperawatan. Kalau lagi waktu luang, kan bisa juga buat update status. :mrgreen:
PDA nurse
Penerapan Teknologi Informasi dalam keperawatan lainnya seperti sistem registrasi online, penggunaan robot untuk merawat pasien, telenursing, yaitu penggunaan Teknologi Informasi dalam pelayan keperawatan, dan berbagai hal lainnya.
Disamping kelebihan dan manfaat yang dapat kita ambil, tentu saja ada kemudharatan di balik itu semua, namanya juga manusia yang ngebuatnya, kekurangan pasti ada. Yang paling utama adalah hilangnya sisi humanism!!

Perawat Spesialis Teknologi Informasi

Oh ya, FYI aja, ada yang namanya Nursing Informatic atau Perawat Informatik, yakni perawat yang spesialisasinya di bidang Teknologi Informasi.
Namun, sayang seribu sayang, profesi satu ini belum ada di Indonesia, selain faktor ketersedian fasilitas, kalau ingin jadi perawat informatik harus ngambil program S2-nya dulu, kalau mau berarti harus menimba ilmunya ke Amrik sana, paling banter sih ke Australia.

Kesimpulannya…

Teknologi Informasi membantu manusia dalam berbagai bidang kehidupannya, salah satunya dalam bidang kesehatan, ya khususnya keperawatan. Diharapkan, dengan penggunaan TI ini, perawat dan klien sama-sama senang.
Teknologi Informasi juga bagai dua buah mata uang, meski terdapat banyak manfaat positif, pasti ada hal negatifnya juga, itu memang sebuah keniscayaan. Maka, kitalah sebagai pemakai, yang harus bisa menggunakannya secara bijak. :D
==
Kalau ada yang mau ikutan lombanya, untuk info lebih lanjut kunjungi aja http://computingcup.ittelkom.ac.id

Rabu, 19 November 2014

  Paradigma keperawatan Maternitas (Dasar Kep,Profesional H. Zaidin Ali)
a.         Manusia
Terdiri dari wanita usia subur wanita pada masa usia subur (WUS) berkaitan dengan system reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua kehamilan dan bayi baru lahir sampai umur 40 hari, beserta keluarganya adalah anggota keluarga yang unik dan utuh, merupakan mahluk bio-psiko­sosial dan spiritual yang memiliki sifat berbeda secara individual dan dipengaruhi oleh usia dan tumbuh kembangnya. Salah satu tugas perkembangan wanita adalah pengalaman melahirkan danak yang dapat merupakan krisis situasi dalam keluarga tersebut apabila tidak mampu beradaptasi dengan baik.
Memiliki beberapa karakteristik antara lain:
1)        Memiliki karateristik biokimiawi, fisiologi interpersonal dan kebutuhan dasar hidup yang selalu berkembamg.
2)        Perkembangan terjadi melalui interaksi dengan orang lain yang mampu memenuhi kebutuhan dirinya / membagi pengalamannya.
3)         Kebutuhan manusia di organisasikan meliputi perilaku serta berdasarkan pengalaman masa lalu.
4)         Memiliki kehidupan yang seimbang sebagai sarana pertahanan diri dan upaya mengurangi kecemasan akibat kebutuhan yang tak terpenuhi.
b.        Lingkungan
Sikap, nilai dan prerilaku seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan budaya dan social disamping pengaruh fisik Proses kehamilan danpersalinan serta nifas akan melibatkan semua anggota keluarga dan masyarakat. Proses kelahiran merupakan permulaan suatu bentuk hubungan baru dalam keluarga yang sangat penting, sehingga pelayanan maternitas akan mendorong interaksi yang positif dari orang tua, bayi dan angota keluarga lainnya dengan menggunakan sumber-sumber dalam keluarga.

Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1)        Merupakan faktor eksternal yang berpengaruh terhadap perkembangan manusia.
2)        Lingkungan dapat membantu perawat dalam menjaga pola pertahanan tubuh terhadap penyakit.
3)        Perawat bertanggung jawab dalam tatanan pengobatan yang merupakan bagian dari lingkungan fisik dan social.
4)        Lingkungan di bagi dalam 2 aspek yaitu;
a)         Aspek tekstruktur:
• Alat
• Terapi
• Aluran
b)        Aspek tidak tekstruktur:
Intraksi antara perawat dengan klien dandengan lingkungan sekitar
c.         Sehat
Sehat adalah suatu keadaan terpenuhinya kebutuhan dasar, bersifat dinamis dimana perubahan-perubahan fisik dan psikososial mempengaruhi kesehatan seseorang.setiap indivisu memeiliki hak untuk lahir sehat sehingga WUS dan ibu memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1)        Merupakan symbol perkembangan kepribadian dan yang berlangsung secara terus-menerus menuju kehidupan yang kreatif.
2)        Perilaku sehat;perilaku pemenuhan kebutuhan kepuasan kesadaran diri dan integrasi pengalaman , misalnya pengalaman sakit.
3)        Manusia sehat berarti manusia yang tidak memiliki ansietas/ketegangan.
4)        Intervensi keperawatan berfokus pada proses membina hubungan saling percaya guna mengurangi ansietas.
d.        Keperawatan maternitas
Keperawatan ibu merupakan pelayanan keperawatan professional yang ditujukan kepada wanita usia subur wanita pada masa usia subur (WUS) berkaitan dengan system reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua kehamilan dan bayi baru lahir sampai umur 40 hari, beserta keluarganya yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dalam melakukan adaptasi fisik dan psikososial dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Keperawatan ibu memberikan asuhan keperawatan holistik dengan selalu menghargai klien dan keluarganya serta menyadari bahwa klien dan keluarganya berhak menentukan perawatan yang sesuai untuk dirinya.
Antara lain:
1)        Keperawatan maternitas merupakan suatu instrumen pendidikan yang memfasilitasi kebutuhan ibu hamil, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir.
2)        Aktivitas keperawatan maternitas diserahkan untuk ibu hamil,dan bayi mencapai kesehatan yang optimal.
3)        Fokus aktivitas keperawatan maternitas adalah masalah yang mencerminkan ruang lingkup aktivitas keperawatan dan kemandarian dlam proses diagnosis,tindakan ( terapi ) ,pendidikan riset
5.         Tujuan keperawatan Maternitas
1)        Membantu klien dalam mengatasi msalah reproduksi dalam mempersiapkan diri untuk kehamilan.
2)        Memberi dukungan agar ibu hamil memandang kehamilan sebagai pengalaman yang positif dan menyenangkan.
3)         Membantu memberikan informasi yang adekuat untuk calon orang tua.
4)        Memahami social budaya klien.
5)        Membantu mendeteksi secara dini penyimpangan abnormal pada klien.
6.         Model Konsep Keperawatan Maternitas
1)        Melaksanakan kelas untuk pendidikan prenatal orang tua.
2)        Mengikut serta keluarga dalam perawatan kehamilan, persalinan, dan nifas.
3)         Mengikut sertakan keluarga dalam operasi.
4)        Mengatur kamar bersalin sepeti suasana rumah.
5)         Menjalankan system kunjungan tidak ketat.
6)        Pemulangan secepat mungkin.


7.           Karakteristik
Karakteristik keperawatan maternitas yaitu:
1)        Fokus kebutuhan dasar
2)        Pendekatan keluarga
3)        Tindakan khusus dengan peran perawat.
4)        Terjadi interaksi
5)        Kerja dalam Tim.
8.          Tatanan Pelayanan
Tatanan pelayanan keperawatan maternitas yaitu:
1)        Rumah Sakit
2)        Puskesmas
3)         Rumah bersalin
4)        Komunitas
B.     Polindes
Mengenal lebih dalam Aneka Alat Kontrasepsi
1.         Kontrasepsi Mekanik
a.         Alat Kontrasepsi Dalam Rahim
Alat Kontrasepsi dalam Rahim/AKDR/IUD lebih dikenal dengan nama spiral. Berbentuk alat kecil dan banyak macamnya. Ada yang terbuat dari plastik seperti bentuk huruf S (Lippes Loop). Ada pula yang terbuat dari logam tembaga berbentuk seperti angka tujuh (Copper Seven) dan mirip huruf T (Copper T). Selain itu, ada berbentuk sepatu kuda (Multiload). “Yang paling terkenal Copper T dan Multiload. Kontrasepsi tersebut jadi pilihan karena kenyamanannya. Modifikasi terbaru Copper T, yaitu Nova T memiliki keunggulan lebih lembut,” jelas Andon.
Alat kontrasepsi ini dimasukkan ke dalam rahim oleh dokter dengan bantuan alat. Benda asing dalam rahim ini akan menimbulkan reaksi yang dapat mencegah bersarangnya sel telur yang telah dibuahi di dalam rahim. Alat ini bisa bertahan dalam rahim selama 2-5 tahun, tergantung jenisnya dan dapat dibuka sebelum waktunya jika Anda ingin hamil lagi.

 b.        Spermisida
Kontrasepsi ini merupakan senyawa kimia yang dapat melumpuhkan sampai membunuh sperma. Bentuknya bisa busa, jeli, krim, tablet vagina, tablet, atau aerosol. Cara pemakaiannya, sebelum melakukan hubungan seksual, alat ini dimasukkan ke dalam vagina. Setelah kira-kira 5-10 menit hubungan seksual dapat dilakukan. Penggunaan spermisida ini kurang efektif bila tidak dikombinasi dengan alat lain, seperti kondom atau diafragma. “Dari 100 pasangan dalam setahun, ada 3 wanita yang hamil. Tapi karena sering salah dalam pemakaiannya, bisa terjadi sampai 30 kehamilan,” jelas Andon.Diakuinya, banyak wanita merasa tak nyaman menggunakan spermasida. “Keluhannya, tidak enak dan timbul alergi,” ujar Andon kemudian. Selain itu, pemakaiannya agak merepotkan menjelang hubungan senggama. Pasangan pun sulit mencapai kepuasan.
2.         Kontrasepsi Hormonal
Kontrasepsi ini menggunakan hormon, dari progesteron sampai kombinasi estrogen dan progesteron. Penggunaan kontrasepsi ini dilakukan dalam bentuk pil, suntikan, atau susuk.
Pada prinsipnya, mekanisme kerja hormon progesteron adalah mencegah pengeluaran sel telur dari indung telur, mengentalkan cairan di leher rahim sehingga sulit ditembus sperma, membuat lapisan dalam rahim menjadi tipis dan tidak layak untuk tumbuhnya hasil konsepsi, saluran telur jalannya jadi lambat sehingga mengganggu saat bertemunya sperma dan sel telur.
Kontrasepsi Hormonal meliputi:
a.         Pil atau Tablet
Pil bertujuan meningkatkan efektifitas, mengurangi efek samping, dan meminimalkan keluhan. Sebagian besar wanita dapat menerima kontrasepsi ini tanpa kesulitan. Di Indonesia, jenis ini menduduki jumlah kedua terbanyak dipakai setelah suntikan. Pil ini tersedia dalam berbagai variasi. Ada yang hanya mengandung hormon progesteron saja, ada pula kombinasi antara hormon progesteron dan estrogen.
Cara menggunakannya, diminum setiap hari secara teratur. Ada dua cara meminumnya yaitu sistem 28 dan sistem 22/21. Untuk sistem 28, pil diminum terus tanpa pernah berhenti (21 tablet pil kombinasi dan 7 tablet plasebo). Sedangkan sistem 22/21, minum pil terus-menerus, kemudian dihentikan selama 7-8 hari untuk mendapat kesempatan menstruasi. Jadi, dibuat dengan pola pengaturan haid (sekuensial).

Pada setiap pil terdapat perbandingan kekuatan estrogenik atau progesterogenik, melalui penilaian pola menstruasi. Wanita yang menstruasi kurang dari 4 hari memerlukan pil KB dengan efek estrogen tinggi. Sedangkan wanita dengan haid lebih dari 6 hari memerlukan pil dengan efek estrogen rendah.
Sifat khas kontrasepsi hormonal yang berkomponen estrogen menyebabkan mudah tersinggung, tegang, berat badan bertambah, menimbulkan nyeri kepala, perdarahan banyak saat menstruasi, Sedangkan yang berkomponen progesteron menyebabkan payudara tegang, menstruasi berkurang, kaki dan tangan sering kram, liang senggama kering.
Penggunaan pil secara teratur dan dalam waktu panjang dapat menekan fungsi ovarium. Kerugian lainnya, mungkin berat badan bertambah, juga rasa mual sampai muntah, pusing, mudah lupa, dan ada bercak di kulit wajah seperti vlek hitam. Juga dapat mempengaruhi fungsi hati dan ginjal. Kecuali itu, kandungan hormon estrogen dapat mengganggu produksi ASI. Keuntungannya, pil ini dapat meningkatkan libido, sekaligus untuk pengobatan penyakit endometriosis. Haid menjadi teratur, mengurangi nyeri haid, dan mengatur keluarnya darah haid. Efektifitas penggunaan pil ini 95-98 persen. Jadi, ada sekitar 7 wanita yang hamil dari 1.000 pasangan dalam setahun.

Berikut kumpulan materi keperawatan maternitas
  1. ANC (Periode Kehamilan)
  2. Asuhan Keperawatan Bayi Baru Lahir (BBL)
  3. Askep Ibu Lahir Dengan Komplikasi
  4. Askep Persalinan Fisiologis
  5. Asuhan Keperawatan Ibu Masa Melahirkan
  6. Asuhan Keperawatan Post Partum
  7. Asuhan Keperawatan Post Partum
  8. Asuhan Keperawatan Pre Natal
  9. Ballard Scale dan Apgar
  10. Embrio
  11. Fisiologi Persalinan
  12. IMD (Inisiasi Menyusui Dini)
  13. Imunisasi
  14. Konsep Proses Keperawatan
  15. Manajemen Persalinan
  16. Maternitas
  17. Nyeri Persalinan
  18. Pain Persalinan
  19. Pengkajian Jalan Lahir
  20. Pengkajian Bayi Baru Lahir

Masalah Penelitian dalam Ilmu Keperawatan Maternitas

 
Secara garis besar body of knowledge dari Ilmu Keperawatan terdiri dari beberapa bahagian. Adapun bahagian yang dimaksud adalah Ilmu Keperawatan Dasar dan Manajemen KeperawatanIlmu Keperawatan Anak, Ilmu Keperawatan Mternitas, Ilmu Keperawatan Medikal-Bedah dan Gawat Darurat, Ilmu Keperawatan Kesehatan Jiwa, terakhir adalah Ilmu Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Gerontik. Secara garis besar lingkup masalah penelitian dalam Ilmu Keperawatan adalah sebagaimana huraian berikut ini:
Ilmu Keperawatan Maternitas
Lingkup masalah penelitian ilmu Keperawatan Maternitas difokuskan pada wanita masa pranatal, natal dan pasca lahir serta gangguan reproduksi yang sering terjadi pada wanita.
Lingkup masalah penelitian pada ibu hamil, meliputi:
  • Pendidikan kesehatan dan tindakan pada ibu hamil
  • Senam hamil
  • Perawatan payudara
  • Imunisasi tetanus pada ibu hamil
  • Kegiatan sehari-hari pada ibu hamil
  • Kebutuhan nutrisi dan pemeriksaan kehamilan

Lingkup masalah penelitian ibu intrapartum (kala I-IV) dan asuhan Keperawatan bayi baru lahir (pengkajian, diagnosa, intervensi, evaluasi), meliputi:
  • Pemenuhan kebutuhan psikososial ibu intrapartum
  • Peran Perawat dalam memonitor kemajuan persalinan (partograg)
  • Peran Perawat dalam menolong persalinan normal
  • Peran Perawat pada perawatan bayi setelah lahir

Lingkup masalah penelitian Keperawatan ibu pascapersalinan, meliputi:
  • Perawatan vulva hygiene
  • Perawatan payudara
  • Peran perawatan pada pengelolaan perdarahan pascapersalinan
  • Pendidikan kesehatan, seperti: senam nifas, cara menyusui, perawatan nifas, konseling KB dan kontrasepsi

Lingkup masalah penelitian Keperawatan ibu dengan gangguan kesehatan sistem reproduksi, meliputi:
  • Faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan deteksi dini gangguan sistem reproduksi
  • Peran Perawat dalam pemeriksaan diagnostik
  • Memberikan pendidikan kesehatan
  • Pengembangan model asuhan Keperawatan pada ibu dengan gangguan sistem reproduksi
  • Sindroma klimaktorium pada wanita menopause
  • Dukungan sosial Perawat dan keluarga pada tindakan pembedahan dan kemoterapi


Pengertian Konsep Dasar Keperawatan Maternitas
Keperawatan maternitas merupakan salah satu bentuk pelayanan profesional keperawatan yang ditujukan kepada wanita pada masa usia subur (WUS) berkaitan dengan system reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua kehamilan dan bayi baru lahir sampai umur 40 hari, beserta keluarganya, berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dalam beradaptasi secara fisik dan psikososial untuk mencapai kesejahteraan keluarga dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan.
Setiap individu mempunyai hak untuk lahir sehat maka setiap individu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Keperawatan ibu menyakini bahwa peristiwa kelahiran merupakan proses fisik dan psikis yang normal serta membutuhkan adaptasi fisik dan psikososial dari idividu dan keluarga. Keluarga perlu didukung untuk memandang kehamilannya sebagai pengalaman yang positif dan menyenangkan. Upaya mempertahankan kesehatan ibu dan bayinya sangat membutuhkan partisipasi aktif dari keluarganya.
Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan keluarga, dapat mengakibatkan krisis situasi selama anggota keluarga tidak merupakan satu keluarga yang utuh. Proses kelahiran merupakan permulaan bentuk hubungan baru dalam keluarga yang sangat penting. Pelayanan keperawatan ibu akan mendorong interaksi positif dari orang tua, bayi dan angggota keluarga lainnya dengan menggunakan sumber-sumber dalam keluarga.. Sikap, nilai dan perilaku setiap individu dipengaruhi oleh budaya dan social ekonomi dari calon ibu sehingga ibu serta individu yang dilahirkan akan dipengaruhi oleh budaya yang diwarisi.